Powered By Blogger

Jumat, 31 Desember 2010

Hewan Hidup TANPA OKSIGEN


Haii semuuaa..

Apa kabar nya niih? Sumpaah, aku kangen banget nih sama kalian :’)
Oia, biar ngobatin rasa kangen aku sama kalian kalian, aku kasiih info dikiit ya…

Sekelompok peneliti laut dalam asal Italia dan Denmark menemukan hewan multiseluler yang melangsungkan seluruh hidupnya tanpa menghirup oksigen lohh.

Kelompok peneliti itu menemukan tiga spesies Loricifera (hewan serupa ubur-ubur berukuran panjang kurang dari satu milimeter) di endapan cekungan L’Atalante, sebuah kawasan perairan asing tak beroksigen di kedalaman 3000 meter, dasar laut Mediterrania, atau laut tengah.

Ketika Antonio Pusceddu, peneliti dari Marche Polytechnic University, Italia, dan rekan-rekannya menemukan Loricifera tersebut, mereka memperkirakan bahwa hewan itu jatuh ke dasar laut setelah hewan itu mati.
Pusceddu menyebutkan, Loricifera memiliki cara adaptasi yang unik terhadap lingkungan bebas oksigen.

Hewan ini tidak memiliki mitochondria (sel yang mampu mengonversi oksigen menjadi energi seperti yang ada di seluruh sel hewan lainnya). Akan tetapi mereka menggunakan struktur yang menyerupai hydrogenosom, organ yang menggunakan mikroba untuk menghasilkan energi.

Yang menarik, temuan ini membuka kemungkinan adanya kehidupan hewan yang lebih kompleks di lingkungan keras bebas oksigen lainnya. Baik di Bumi ataupun di tempat-tempat lain.

Aduuhh duuh. Hebat juga ya tuuh hewann. Saluut deehh sama diiaa, haha..
Oke dehh, kayaknya info yang aku mau kasiih ke kalian, ini dulu aja..
Dadadada
See you next time guys J

Pengisi: Maulidina Khairunnisa’_cha cha

Sabtu, 25 Desember 2010

Hiu Kepala Martil



Hiu martil dari genus Sphyrna adalah anggota dari famili Sphyrnidae. Satu-satunya genus selain Sphyrnidae, Eusphyra, terdiri dari hanya satu spesies, Esphyra blochii, winghead shark.
Sembilan spesies hiu martil yang sudah diketahui memiliki panjang antara 2 hingga 6 meter (6,5 hingga 20 kaki), dan semua spesies memiliki proyeksi kepala menyerupai martil gepeng bila dilihat dari salah satu sisi. Mata dan lubang hidup ada di ujung kepala.
Mereka adalah predator agresif yang memakan ikan, ikan pari, cumi-cumi, dan udang-udangan. Mereka ditemukan di perairan hangat sepanjang garis pantai, dan paparan benua.
Bentuk kepalanya yang seperti martil menyebabkan mereka mampu berbelok dengan benar. Seperti semua hiu, hiu martil memiliki pori sensor electrolocation yang disembut ampullae of Lorenzini. Dengan menyebarkan reseptor di berbagai area, hiu martil dapat mencari mangsa dengan lebih efektif. Hiu ini mampu mendeteksi sinyal listrik setengah miliar Volt. Kepala yang berbentuk seperti martil juga memberikan keuntungan berupa area penciuman yang lebih luas, meningkatkan potensi menemukan partikel di air sedikitnya 10 kali dibandingkan dengan hiu 'klasik' lainnya.
Bentuk kepala aneh hiu ini dapat dianalogikan dengan antena seekor serangga.
Hiu martil memiliki mulut yang kecil dan sepertinya melakukan banyak bottom-hunting. Mereka suka membentuk gerombolan di siang hari, kadang-kadang dalam kelompok lebih dari 100. Pada sore hari, seperti hiu lain, mereka menjadi pemburu solo.

Reproduksi

Reproduksi hiu martil terjadi setahun sekali. Hiu martil sekali melahirkan berkisar antara 20 hingga 40 anak. Perkawinan hiu martil merupakan hubungan yang kasar. Jantan akan menggigit betina sampai betina tenang, membiarkan perkawinan terjadi. Tidak seperti kebanyakan spesies hiu lain, reproduksi hiu martil terjadi secara fertilisasi internal di mana membuat lingkungan aman agar sperma bisa melebur dengan sel telur. Embrio berkembang di dalam plasenta betina dan diberi makan melalui tali pusar, sama seperti mammalia. Masa kehamilan 10 sampai 12 bulan. Setelah anak hiu dilahirkan, induk mereka tidak tinggal bersama dan mereka ditinggalkan untuk mengurus diri mereka sendiri. Rekor dunia hiu martil betina yang sedang hamil ditangkap di Boca Grande, Florida pada 23 Mei, 2006 berbobot 1280 pon (580 kg). Hiu ini mengandung 55 anak.
Pada Mei 2007, para ilmuwan menemukan bahwa hiu martil dapat bereproduksi secara aseksual melalui partenogenesis, di mana mereka memiliki kemampuan untuk menyuburkan telur mereka sendiri.


Pengisi : Ari Riansyah






Macam- macam ulat tercantik di dunia

Spurge Hawk-Moth Caterpillar

Ulat ini dapat ditemukan di Kriegtal dekat Binn, Valais, Swiss dapat diketemukan pada ketinggian 2 Km


Stinging Rose Caterpillars
Ulat ini juga disebut ulat siput mawar, benar-benar karakter yang penuh warna yang dapat ditemukan di hutan Amerika Serikat bagian timur.



Red-Footed Fuzzy-Wuzzy Caterpillar

Ini adalah ulat aneh yang biasanya hidup di Kosta Rika



Azalea Caterpillar
Tampaknya berbulu dan tidak berbahaya bagi manusia tetapi merupakan hama serius azalea.


Saddleback Caterpillar


Ulat ini memiliki sengatan yang menyakitkan. Bagian tengah tubuh adalah hijau dengan marjin putih dan tempat oval di tengah, memberikan tampilan dari sebuah pelana atau selimut dan karena itu namanya



Tetrio Sphinx Caterpillar
Ini adalah ulat ngengat sphinx Tetrio dari keluarga Sphingidae. Ulat ini dapat anda temukan di Brasil, Amerika Selatan.


Monarch Caterpillar
Ini adalah larva kupu-kupu Monarch, memiliki garis-garis kombinasi yang indah antara harimau dan zebra.


Hickory Horned Devil

Ulat ini memiliki kombinasi warna yang indah, ulat ini merupakan larva dari kupu-kupu Old World Swallowtail (Papilio machaon), kupu-kupu dari keluarga Papilionadae.


Old World Swallowtail Caterpillar
Ulat ini memiliki penampilan yang menakutkan dan mengerikan karena terdapat lima pasang panjang, struktur seperti tanduk bentuknya melengkung di punggung thorax nya. Sama seperti namanya, ini tampak seperti setan dengan tampilan yang aneh.






Cecropia Moth Caterpillar

Ulat ini terlihat manis dengan kombinasi warna cantik; itu tampak seperti kaktus berwarna-warni. Ini adalah larva dari ngengat cecropia, salah satu ngengat terbesar ditemukan di Amerika Utara.

Pengisi : Ari Riansyah

Zat pewarna yang berbahaya disekitar kita ..


 





 


Tapi siapa sangka, beberapa dari jajanan tadi mengandung zat-zat yang berbahaya buat tubuh kita. Seperti hasil penelitiannya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang bilang bahwa lebih dari 50 persen saus, sambal, dan kerupuk mengandung pewarna bukan untuk makanan, pemanis, dan pengawet yang melebihi batas.
Mengerikan memang, tapi ada beberapa kiat khusus kok yang bikin kita aman dari jangkauan zat-zat berbahaya ini.

Zat Pewarna

Sebenarnya nggak ada yang salah sama zat pewarna dalam makanan. Tapi, yang gawat adalah kalau zat pewarna yang dipakai itu bukan untuk makanan (biasanya pewarna tekstil) seperti Rhodamin B (warna merah) dan Methanil Yellow (warna kuning).
Ada di: Es sirup warna-warni, jelly, kerupuk, dan saus warna merah pada bakso, siomay.
Ciri-ciri: Warnanya cerah dan terang. Biasanya, kalau kena baju atau tangan kita, susah banget dihilangkan walaupun sudah dicuci.
Efeknya : Pusing, mual, lemas, nggak konsentrasi, mempengaruhi perilaku kita seperti gampang marah atau bete, dan kekebalan tubuh menurun. Dalam jangka panjang, bisa menjadi pencetus kanker.

Salah satu yang berbahaya untuk digunakan adalah formalin yang terkenal buat mengawetkan mayat. Atau boraks yang biasa digunakan untuk dalam industri kertas, kayu, dan keramik.
Ada di: Bakso, otak-otak, tahu, mie basah, lontong, dan kerupuk.
Ciri-ciri: Ada rasa sepat atau pahit dan teksturnya jadi lebih kenyal.
Efeknya : Pusing, muntah, sakit perut sampai hilang nafsu makan. Sedangkan formalin bisa menyebabkan keracunan yang gejalanya sakit perut, muntah, buang air besar berdarah, dan kerusakan ginjal.


Pemanis yang berbahaya untuk kita adalah pemanis dengan rasa manis berkali lipat dari gula biasa. Misalnya sakarin, siklamat, dan aspartam. Karena sebenarnya, pemanis buatan ini ditujukan untuk makanan diet dan para penderita penyakit diabetes. Takaran pemakaiannya pun dibatasi dan nggak bisa buat konsumsi sehari-hari.
Ada di: Kembang gula, sirup, es mambo, dan jajanan lain yang rasanya manis.
Ciri-ciri: Jika setelah makan, lidah kita terasa pahit, hmm… kemungkinan memang mengandung pemanis buatan.

Efeknya : Kalau kita sering mengonsumsi pemanis buatan, maka efeknya jangka panjangnya adalah menjadi pemicu kanker, mirip seperti zat pewarna dan pengawet tadi.



Pengisi : Risa Safira

 
 

Jumat, 24 Desember 2010



Sotong

SepiidaeSotong atau “ikan” nus adalah binatang yang hidup di perairan, khususnya sungai maupun laut atau danau. Hewan ini dapat ditemukan di hampir semua perairan yang berukuran besar baik air tawar, air payau, maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan. Sotong juga merupakan makanan sejenis seafood.
Sotong sering kali disalahtafsirkan sebagai cumi-cumi. Keduanya berbeda karena sotong bertubuh pipih, sementara cumi-cumi lebih berbentuk silinder. Selain itu, cangkang dalam sotong tersusun dari kapur yang keras, sedangkan pada cumi-cumi lunak.
Sotong sebagai makanan
Sotong merupakan makanan utama di wilayah Mediterania dan Asia Timur.
Sama seperti seafood lainnya, sotong kaya akan kalsium dan protein tetapi rendah energi. Makanan yang bahan utamanya sotong merupakan sumber kolesterol.
Cangkang dalam sotong biasa digunakan sebagai sumber kalsium bagi burung peliharaan.
Cangkang dalam sotong
 
 
 
 
 
 
 
 
Pengisi : Ari Riansyah
Tikus tanah adalah anggota mayoritas dari familia mamalia Talpidae dengan ordo Soricomorpha. Meskipun kebanyakan tikus tanah bersembunyi di dalam lubang di tanah, beberapa spesiesnya adalah akuatik atau semi-akuatik. Tikus tanah memiliki badan berbentuk silinder dan tertutup oleh bulu, dengan mata kecil yang dilindungi, sedangkan telinga tikus tanah tidak dapat terlihat mata. Tikus tanah memakan binatang invertebrata yang hidup di bawah tanah. Tikus tanah dapat ditemukan di Amerika Utara, Eropa dan Asia, meskipun tidak ada tikus tanah di Irlandia.

Makanan

Makanan utama tikus tanah adalah cacing tanah dan invertebrata yang hidup di bawah tanah. Tikus tanah juga dapat menangkap tikus kecil yang berada di lubangnya. Karena air liur mereka mengandung racun yang dapat melumpuhkan cacing tanah.

Pengisi : Ari Riansyah

Kasiat kulit Mangga

Setiap orang pasti mengenal buah ini. Bentuknya bulat, warnanya dagingnya kuning, warna kulitnya umumnya hijau, dagingnya juga ada yang bersemburat merah dan rasanya manis. Buah ini tidak hanya disukai orang dewasa, tapi juga anak-anak. Mangga (Mangifera indica) adalah buah tropis. Ketika masih mentah (muda), buah ini pun banyak dicari untuk rujak dan dicari oleh wanita yang hamil.
Mangga adalah tanaman buah asli dari India. Namun kini, tersebar di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Tanaman Mangga bisa tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah dan berhawa panas. Tapi, ada juga juga yang bisa tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian hingga 600 meter di atas permukaan laut.
Mangga memiliki banyak varietas. Ada yang menyebutkan, setidaknnya terdapat 2.000 jenis mangga di dunia. Selain rasanya yang manis dan menyegarkan, buah mangga ternyata juga memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan. Sebab buah ini mengandung zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
Khasiat mangga :
  • Para ahli meyakini mangga adalah sumber karotenoid yang disebut beta crytoxanthin, yaitu bahan penumpas kanker yang baik.
  • Mangga juga kaya vitamin antioksidan seperti vitamin C dan E. Satu buah mangga mengandung tujuh gram serat yang dapat membantu sistem pencernaan. Sebagian besar serat larut dalam air dan dapat menjaga kolesterol agar tetap normal.
  • Mangga memiliki sifat kimia dan efek farmakologis tertentu, yaitu bersifat pengelat (astringent), peluruh urine, penyegar, penambah napsu makan, pencahar ringan, peluruh dahak dan antioksidan.
  • Kandungan asam galat pada mangga sangat baik untuk saluran pencernaan. Sedangkan kandungan riboflavinnya sangat baik untuk kesehatan mata, mulut, dan tenggorokan.
  • Mangga pun berkhasiat membantu menyembuhkan berbagai penyakit, diantaranya radang kulit, influenza, asma, gangguan pengelihatan, gusi berdarah, radang tenggorokan, radang saluran napas, sesak napas dan borok. Selain itu juga bisa mengatasi bisul, kudis, eksim, perut mulas, diare, mabuk perjalanan, cacingan, kurang nafsu makan, keputihan, gangguan menstruasi, hernia dan rematik.
Cara Mengatasinya :
  • Untuk mengatasi radang kulit yang digunakan adalah kulit buah mangga. Caranya, 150 gram kulit buah mangga dimasak dengan air secukupnya hingga mendidih. Dalam kondisi hangat, air rebusan ini dipakai untuk mencuci bagian kulit yang mengalami sakit atau peradangan. Ramuan ini juga bisa digunakan untuk mengatasi eksim.
  • Penyakit influenza juga bisa diatasi dengan buah ini. Caranya, 200 gram daging buah mangga ditambah 10 gram jahe, dan dua batang daun bawang putih. Bahan-bahan ini direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc. Kemudian airnya disaring dan diminum selagi masih hangat.
  • Mereka yang biasa mabuk perjalanan juga bisa memanfaatkan mangga untuk mengatasinya. Caranya, mangga yang sebelumnya dikeringkan lalu direbus dengan air secukupnya. Setelah hangat, tambahkan madu secukupnya dan 10 cc air jeruk nipis lalu diaduk hingga rata. Selanjutnya ramuan ini diminum selagi hangat.
Oleh : Ari Riansyah